Moral
dalam bahasa Latin disebut “mores”, kata ini dimengerti sebagai
moralitas, yaitu mengenai kesusilaan (mores) yang berasal dari “mos”
atau “moris” yang artinya kesusilaan atau kebiasaan baik yang berlaku
pada suatu kelompok tertentu; kedua adalah ajaran kesusilaan yang dapat
dipelajari secara sistematik. Yang dimaksud
dengan istilah ‘moralitas’ adalah kualitas perbuatan manusiawi sehingga
perbuatan itu disebut benar atau salah, baik atau jahat. Moralitas dapat
objektif dan dapat pula subjektif, moralitas objektif adalah moralitas yang
melihat perbuatan sebagaimana adanya, terlepas dari segala bentuk modifikasi
kehendak bebas pelakunya. Sementara moralitas subyektif adalah melihat
perbuatan sebagaimana dipengaruhi oleh pengetahuan dan perhatian pelakunya,
latar belakang stabilitas emosional, serta perlakuan-perlakuan personal
lainnya. Kata moral dapat
disimpulkan yakni merupakan kelakuan akhir dari seseorang. Dalam moral terkandung prinsip
etis yang mengatur tingkah laku manusia. Moral membahas kemampuan untuk
membedakan yang benar dan yang salah, mampu mengambil keputusan dan bertanggung
jawab terhadap keputusan tersebut. Klik download
Laman
▼
Senin, 10 Oktober 2016
Pentingnya Kekudusan Hidup dan Dampaknya
Kata kudus
atau kekudusan sangat sering dipakai dalam Alkitab, karena tanpa kekudusan
manusia tidak dapat bertemu dengan Allah/merasakan kasih Allah, demikian juga
dalam Perjanjian Lama. Salah satu ayat yang sangat popular yaitu “Kuduslah
kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus” (Im. 19:2b). Banyak orang memahami
bahwa kekudusan dengan sederhana adalah “dipisahkan” atau “dikhususkan”; kita
dipisahkan atau dikhsuskan Allah menjadi umat pilihan-Nya. Dengan melihat
pemahaman yang masih sederhana ini, apakah kekudusan dalam PL juga memiliki
hubungan dengan pola hidup yang bersih? Apakah merupakan sebuah keharusan bagi
kita untuk menjaga pola hidup bersih? Dan seperti apakah pola hidup bersih yang
dimaksudkan?. Klik domwnload